Kamis, 28 November 2013

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (3): TUGAS PERSONAL



TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (3): TUGAS PERSONAL

1.      Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk maing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya sistem harvard, sistem harvard modified, sistem vancouver,  sistem abjad, dan sistem nomor urut.
1.      Sistem harvard :
·         Struktur kutipan dalam sistem penulisan referensi Harvard adalah nama penulis, tahun penerbitan, dan rentang nomor halaman, dalam kurung.
·         menuliskan nama penulis secara alfabetis.
·         mengurutkan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis , dan tahun ditulis didalam tanda () .
·         jika terdapat publikasi dari penulis yang sama maka dituliskan berdasarkan urutan tahun publikasi tersebut.
·         jika publikasi tersebut berada dalam tahun yang sama (penulis sama), maka publikasi tersebut ditulis dengan cara menambahkan huruf a,b,c ... dan seterusnya yang berada tepat dibelakang tahun publikasi.
·         Nama tempat tulisan dari penulis tersebut dipublikasikan menggunakan huruf yang dicetak miring(italic).
Contoh:
Nybakken J.W.1998. Biologi Laut: Suatu pendekatan ekologis. Terj. Dari Marine biology. An ecological approach, oleh Eidman M., Koesoebiono, Bengen D.G, Hutomo M. & Sukardjo S., xv+459 hlm. PT. Gramedia, Jakarta.
Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value problems. Dalam:  Ortega, J.M. & W.C. Rheinholdt(eds). 1970. Studies in numerical analysis 2: Numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical Solution of Nonlinier Problems, Philadelphia, October 21-23, 1968. SIAM, Philadelphia: 99-113.

2.      Sistem Harvard Modified
·         Sistem harvard dan harvard modified mempunyai sedikit perbedaan, apabila dalam metode H dibubuhkan () untuk setiap penulisan tahun, di dalam metode harvard modified ini tanda () tidak dipakai melainkan tanda titik yang dibubuhkan setelah penulisan tahun.
Contoh:
Nybakken, J.W.1998. Biologi Laut. Suatu pendekatan ekologis. Terj. Dari Marine biology. An ecological approach, oleh Eidman , M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo & S. Sukardjo. PT Gramedia, Jakarta:  xv + 459 hlm.
Soemardi, T.P., Budiarso, D.A. Sumarsono, M. Fauzan, H. Djatmiko & R. Huwae. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara* 2B: 42-50. [keterangan: (*) 2=nomor seri; B= seri majalah.]
Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value problems. Dalam:  Ortega, J.M. & W.C. Rheinholdt(eds.). 1970. Studies in numerical analysis 2: Numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical Solution of Nonlinier Problems, Philadelphia, October 21-23, 1968. SIAM, Philadelphia: 99-113.

3.      Sistem Vancouver
·         Menggunakan nomor urut sesuai dengan yang terdapat pada akhir/paragraph.
·         Nomor urut disusun berdasarkan referensi yang pertama kali dikutip.
·         Tidak menggunakan abstrak sebagai refereni.
Contoh:
            Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
Namal N, Vehit HE, Koksal S. Do autistic children have higher levels of caries? A cross-secional study in Turkish children. J Indian Soc Pedod Prev Dent . 2007 June;25(2): 97-102.

4.      Sistem Abjad
·           Susunan berdasarkan abjad nama penulis (A-Z).
Contoh:
Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
Prabowo   GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.

5.      Sistem Nomor Urut

·           Setiap kutipan dalam naskah diberi nomor secara berurutan dan susunan daftar kepustakaan juga mengikuti urutan seperti tercantum dalam naskah dan tidak secara abjad.
·           Nama semua penulis ditulis untuk jumlah penulis sampai dengan 6; bila jumlahnya lebih dari 6 maka hanya 3 penulis pertama yang ditulis dan diikuti dengan kata dkk atau et.al.
Contoh:
Soemardi T.P., Budiarso, Sumarsono D.A., Fauzan M., Djatmiko H. & Huwae R. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara* 2B: 42-50. [keterangan: (*) 2=nomor seri; B= seri majalah.]
Nybakken J.W.1998. Biologi Laut: Suatu pendekatan ekologis. Terj. Dari Marine biology: An ecological approach, oleh Eidman , M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo & S. Sukardjo. PT Gramedia, Jakarta:  xv + 459 hlm.

2.         Kalian temukan dan deskripsikan ketetntuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
1.      Judul
2.    Abstrak (abstrak ditulis dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris, maksimum 250 kata).
3.    Pendahuluan : pendahuluan memuat latar belakang penelitian secara ringkas dan padat, dan tujuan. Dukungan teori tidak perlu dimasukkan pada bagian ini, tetapi penelitian sejenis yang sudah dilakukan dapat dinyatakan.
4.    Metode penelitian: metode penelitian merupakan prosedur dan teknik penelitian. Antara satu penelitian  dengan penelitian yang lain, prosedur dan tekniknya akan berbeda.
5.    Pembahasan: bagian ini memuat data(dalam bentuk ringkas), analisis data dan interprestasi terhadap hasil. Pembahasan dilakukan dengan mengkaitkan studi empiris atau teori untuk interprestasi. Jika dilihat dari proporsi tulisan, bagian ini harusnya mengambil proporsi terbanyak, bisa mencapai 50% atau lebih. Bagian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.
6.    Penutup : bagian ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dibuat dalam sub bagian yang terpisah. Kesimpulan menjawab tujuan, bukan mengulang teori, berarti menyatakan hasil penelitian secara ringkas(tapi bukan ringkasan pembahasan). Saran merupakan penelitian lanjutan yang dirasa masih diperlukan untuk penyempurnaan hasil penelitian supaya berdaya guna. Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali penelitian, tapi merupakan rangkaian penelitian yang berkelanjutan.
7.    Daftar pustaka: bagian ini hanya memuat referensi yang benar-benar dirujuk; dengan demikian, referensi yang dimasukkan pada bagian ini akan ditemukan tertulis pada bagian-bagian sebelumnya. Sistematika penulisannya adalah
Ketentuan penulisan artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah:
1.      Artikel adalah karya ilmiah hasil penelitian atau penelitian konseptual dari suatu bidang yang belum pernah diterbitkan dalam jurnal, prosiding atau penerbitan lain dan penulis adalah pihak yang bertanggungjawab terhadap hal ini dengan menuliskan surat pernyataan bermaterai.
2.      Artikel ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris. Naskah dipaparkan  secara naratif (hindari penomoran kecuali terpaksa).
3.      Artikel akan ditelaah oleh redaktur untuk kesesuaian format, penerimaan maupun penolakan pemuatan artikel akan diberitahukan kepada penulis dan penulis artikel  berkesempatan melakukan revisi berdasarkan catatan dari redaktur.
4.      Manuskrip yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menjadi hak milik jurnal sehingga hanya  pengelola jurnal yang berhak menerbitkan manuskrip tersebut dalam berbagai bentuk untuk tujuan ilmiah.
5.      Jumlah halaman antara 15-20 halaman dengan margin atas/bawah/kiri/kanan berurutan: 4/3/4/3 cm, satu kolom dengan jarak 2 spasi menggunakan huruf times new roman. Paragraf diberi first line 1 cm sementara antar paragraf tidak diberi spasi ganda, istilah yang bukan kata dalam bahasa indonesia dicetak miring dan satuan ukuran menggunakan international unit system(IUS).
6.      Artikel yang diserahkan kepada redaktur harus disertai soft copy. Sesuai dengan format yang diamanatkan oleh ditjen dikti maka publikasi ilmiah dapat dibagi dalam tiga (3) bagian yaitu bagian pembuka artikel, bagian utama artikel dan ucapan terimakasih dapat ditampilkan dalam sub-sub tersendiri setelah referensi sebagaimana umumnya jurnal ilmiah internasional. Ucapan terimakasih berupa ucapan kepada pihak yang membantu seperti pemberi dana, bahan dan sarana penelitian , sponsor serta pembimbing. Semua nama yang tercantum dalam ucapan terimakasih harus sudah dikonfirmasi oleh penulis. Ucapan terimakasih diungkapkan secara wajar, tidak berlebihan dan lugas.

3.         Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
Penulis.Tahun terbit.Judul buku(ditulis miring).Volume  (jika ada). Edisi atau cetakan (jika ada).kota terbit: Nama penerbit.
·         Smith, J. (2005a). Harvard referencing. London: Jolly Good Publisihing.
·         Smith, J. (2005b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.
Dalam menuliskan kota tempat terbit, kota yang telah dikenal secara internasional (seperti London ataun New York) dikutip hanya dikenal secara internasional, negaranya (atau provinsi untuk Indonesia) juga disertakan.




DAFTAR PUSTAKA:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_penulisan_referensi_Harvard#Penggunaan
http://mds-pro.tumblr.com/post/16109803836/format-penulisan-daftar-pustaka-vancouver
http://www.scribd.com/doc/28615007/tata-cara-penulisan-daftar-pustaka
http://books.google.co.id/books?id=BTAZQGVadDYC&pg=PA72&lpg=PA72&dq=cara+menulis+daftar+pustaka+dengan+sistem+abjad&source=bl&ots=W09iH-qNF0&sig=SixuE9ERHIVvMpviBFTGcyt9YMM&hl=en&sa=X&ei=XqSUUpCNI8KWrgf33IGIBg&redir_esc=y
http://pardede.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/19064/Aturan+Penulisan+Artikel+Jurnal+Ilmiah+UG.pd
http://www.anneahira.com/daftar-pustaka.htm

Kamis, 24 Oktober 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2# (2)



   Tugas Bahasa Indonesia 2# (2)

    Nama Kelompok 
Iven Pundawa M (27211989) 
Amanda Safrida   (20211658)
  1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa fungsi disebut dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama? 
  2. Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan ? 
  3.  Apa yang disebut dengan metakomunikasi ?
Jawaban.. 
  1.      Fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar dan fungsi utama, karena dalam berkomunikasi tentunya kita memerlukan bahasa untuk dapat menerangkan suatu informasi atau maksud juga tujuan yang ingin kita capai baik komunikasi dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulis. Dalam dasar berkomunikasi tentu kita harus mengetahui dasar bahasa yang akan kita gunakan dan dengan siapa kita berkomunikasi, misalnya dengan orang tua tentu kita harus menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami, atau dengan atasan kita harus menggunakan bahasa yang formal, berbeda ketika kita komunikasi dengan teman sebaya mungkin kita bisa menggunakan bahasa yang informal atau bahasa yang biasa sehari-hari digunakan dilingkungan tersebut. Sedangkan bahasa disebut pula sebagai fungsi utama dalam berkomunikasi, karena kita harus dapat menyampaikan informasi melalui kata-kata yang bermakna agar lawan komunikasi kita mengerti akan informasi yang kita sampaikan, dan akan adanya jalinan atau hubungan komunikasi yang baik satu sama lain. Dengan bahasa pula kita dapat menyampaikan atau mengutarakan pikiran, perasaaan kita melalui suatu gagasan atau argument. Bahasa itu sebenarnya indah bila kita dapat menyampaikannya dengan indah pula. Orang lain akan tertarik ataupun senang dengan kita bila bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi itu mudah dipahami sesuai dengan makna yang sebenarnya dan tentunya tidak berlebih – lebihan
  2.      Fungsi bahasa yang kita tahu tentunya untuk menyatakan atau memberikan informasi kepada lawan komunikasi kita. Namun disini yang berbeda adalah fungsi alami bahasa dan fungsi buatan. Fungsi alami bahasa itu dapat kita lihat dari bahasa sehari-hari yang diucapkan atau fungsi alami bahasa bisa diartikan sebagai bahasa ibu kita (bahasa daerah kita). Misalnya orang tua saya asli bogor tentu bahasa yang digunakan sehari-hari selain bahasa Indonesia bahasa sunda yang memang asli bogor dan bahasa asli itu tanpa disuruh atau diminta untuk berbahasa tersebut akan terucap dalam komunikasi sehari-hari dilingkungan kita. Atau bisa juga bahasa tubuh, misalnya bila tidak kita tidak menyetujui suatu gagasan atau pernyataan dengan otomatis kita akan menggelengkan kepala, atau sebaliknya kita menganggukan kepala bila kita menyetujui gagasan atau argument tersebut. Sedangkan untuk bahasa buatan itu bahasa yang dibuat, dapat untuk menambahkan makna dalam informasi yang kita sampaikan. Bahasa buatan itu misalnya seperti bahasa istilah, ada istilah yang mengatakan penemuan baru itu bisa dikatakan inovasi, sehingga dengan bahasa buatan tersebut orang lain bisa lebih mengerti akan maksud dan tujuan informasi yang kita sampaikan. Bisa juga bahasa buatan itu bahasa simbol misalnya digunakan dalam pelajaran matematika. 
  3.      Metekomunikasi, diawali dengan kata “Meta” yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti luar atau samping, lalu digabungkan dengan kata “komunikasi” maka akan memiliki arti ada sesuatu selain atau disamping komunikasi. Jadi, metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar. Konsep metakomunikasi dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia, kita dapat menyebutnya sebagai objek komunikasi. Aktivitas yang dapat dikatakan sebagai metakomunikasi, misalnya bukan hanya membicarakan objek komunikasi tersebut tetapi bisa juga berkomunikasi tentang pembicaraan yang akan dibicarakan dengan menggunakan bahasa lain (meta-bahasa) yaitu menggunakan bahasa pemograman.perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan. misalnya, ketika kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Degan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor. Dengan demikian, kedudukan smiley sebagai meta pesan.




 Sumber: http://bahasa.kompasiana.com/2012/03/28/konsep-metakomunikasi-445589.html